Marah

Jantung berdegup kencang, nafas tersengal, pembuluh darah mengeras itulah sebagian gejala marah. Suatu hal yang manusiawi ketika seseorang itu marah, semua orang pasti pernah mengalami gejala2 tadi. Menurutku kemarahan itu terjadi karena eksistensi seseorang itu terancam oleh sesuatu diluar dirinya yang tak dapat dikendalikannya. Potensi seseorang untuk marah, istilahnya susah atau gampangnya kemarahan itu keluar dari diri seseorang berbanding lurus dengan lemahnya pertahanan dirinya. Artinya makin rapuh kepribadian seseorang itu maka makin gampanglah dia marah. Sebagai contoh, orang yang kikir akan marah kalau dia di panggil dengan sebutan pak Raden atau si pelit, karena dengan sebutan tersebut, seseorang itu akan merasa ditelanjangi, eksistensi dirinya terganggu. Dan kebanyakan kita terus terperangkapa oleh kemarahan, karena disadari atau tidak sumber kemaraha itu tak kuasa untuk kita taklukkan, dan secara kronik akan tersimpan menjadi dendam. Orang yang sepanjang hidupnya menyimpan bara kdendam tentu akan mempengaruhi sikapnya dalam kehidupan sehari-hari. Maka seringlah kita lihat orang-orang kerdil di sekeliling kita. Untuk menghapus bara dendam atau rasa marah yg menyala-nyala itu dibutuhkan suatu kepribadian yang kuat. Jangan menjadi orang yang lemah, dan janganlah menjadi penakut, karena sesuatu yang diluar diri kita itu jangan dibiarkan mengancam, tapi taklukkanlah. Ini adalah tulisan iseng, mudah2 an belum ada orang yg membacanya sehingga dilain waktu ketika aku mood, tulisan ini bisa kuperbaiki lagi…

Apakah kita setingkat diatas kera?

Di buku The Descent of Man ada saya kutip :”It has been urged by some writers, as an important distinction, that with man the young arrive at maturity at a much later age than with any other animal: but if we look to the races of mankind which inhabit tropical countries the difference is not great, for the orang is believed not to be adult till the age of from ten to fifteen years.*(3) Man differs from woman in size, bodily strength, hairiness, &c., as well as in mind, in the same manner as do the two sexes of many mammals”.  Selain di quotation itu masih banyak lagi kata orang tanpa diikuti kata utan atau outang : http://books.google.co.id/books?id=mQjMT…

Sayangnya saya tidak membaca keseluruhan buku tersebut. Menurutku ada indikasi Darwin menyebut Indonesian dengan kata orang. Buktinya kata orang dalam kalimat tersebut tidak dapat dimaknakan dengan orang utan, justeru jadi rancu. Pemakaian kata orang sendiri hanya dipakai di Indonesia yang berarti manusia. Jelasnya seolah Darwin mengatakan kalau Indonesian merupakan keturunan paling dekat dengan Homo erectus didalam rantai evolusi. Andaikan benar adanya tidaklah berlebihan menurutku, lihat saja penemuan missing link dari rantai evolusi Phitecanthropus erectus beserta Homo erectus lain berada di Jawa dan sekitar. Seperti di flores bahkan masih ada orang disana yang memiliki kemiripan yang kuat dengan Homo floresiensis.

Jadi ada istilah kalau orang Indonesia itu setingkat diatas kera, begini faktanya. Kalau kera makan ubi pertamasekali tentu dia cabut batang ubi lalu ubinya diambil terus dikupas lantas dimakan. kalau orang indonesia sama aja cuma bedanya direbus dulu baru dimakan.

Wah, semoga rumor ini dapat dibantah oleh ahli arkeologi, karena bukan suatu kebanggan menjadi saudara paling dekat dari si kera.

TULUS MEMILIH YANG TULUS

Satu-satunya hal positif yang membuat saya begitu bahagia pada saat menjelang pemilu adalah begitu banyaknya orang yang tiba-tiba berubah menjadi simpatik, ramah dan dermawan. Lihatlah baliho-baliho, poster-poster dan iklan-iklan di media massa menampilkan sosok caleg dengan wajah yang begitu menawan, bersahaja, mengumbar senyum, lengkap dengan kata-kata me ‘mohon’. Padahal sebelumnya banyak diantara mereka adalah seorang tukang palak, tukang gusur, orang yang pelit, penindas, sosok yang sombong, dan banyak juga yang kerjanya tukang sunat, alias sunat gaji buruh, gaji karyawan, sunat BLT, sunat dana BOS bahkan waktu panitia 17-an dikampungnya sempat2nya korupsi. Namun menjelang PEMILU ini wajah2 itu langsung berubah disertai dengan janji-janji pengabdian kepada masyarakat, janji melindungi orang2 tertindas, janji untuk berjuang bersama rakyat, memberantas korupsi kalau terpilih, ya kalau terpilih….

Kadang saya merasa takjub dengan janji-janji yang menurut kemampuan saya yang lemot ini saya takkan sanggup menjadi malaikat yang mereka janjikan. Janji yang begitu sempurna, seakan janji itu bebas pulsa, padahal selama ini saya selalu berusaha untuk menjadi pribadi yang jujur, belajar memiliki integritas, takut menggunakan suatu materi yang bukan hak saya, berusaha untuk menyisihkan kelebihan rejeki untuk yang membutuhkan walaupun kebanyakan saya pun berkekurangan.

Saya pernah berfikir bila suatu saat saya dipercaya menjadi caleg dari partai tertentu, hal apa yang bisa saya jual kepada konstituen? Terlintaslah dikepala saya suatu hal yang begitu imajiner, yaitu suatu hal yang saat ini masih menjadi mimpi. Lalu saya pun menyusun hal-hal apa saja yang harus saya lakukan untuk melakukan perubahan dari keadaan saat ini menjadi hal yang saya impikan, ternyata setelah saya timbang2 dan saya pikir2 hal itu bukan perkara mudah, banyak kerja keras yang harus dilakukan, memobilisasi tim yang solid untuk melaksanakan misi itu, membuat regulasi dan merevisi peraturan yang sudah ada, melobi pihak2 lain untuk mendapat dukungan untuk mewujudkan impian itu, mencari referensi yang valid dan inovatif, membuat perbandingan2, kajian2, mensosialisasi program2 dan segudang permasalahan lain belum lagi kendala2 yang akan dihadapi yang semua itu bukan perkara mudah dan ringkas, begitu rumit apalagi ditengah iklim yang korup dan manipulatif, banyak intrik, sumber daya manusia yang lemah, banyak preman dan tukang palak, banyak oposisi, banyak maling, dan mimpi buruk…

Kesimpulannya saya tak sanggup untuk memenuhi janji itu, namun bila partai saya seumpama memaksa dan memfasilitasi saya untuk mengkampanyekan diri saya, kemungkinan di spanduk, baliho atau brosur saya menuliskan kata2 : “BERPIKIRLAH UNTUK MEMILIH SAYA, KARENA PEKERJAAN UNTUK MENJADI ANGGOTA LEGISLATIF BAGI SAYA ADALAH PERKARA YANG SANGAT BERAT, JANGAN SALAHKAN SAYA KALAU TERPILIH NANTI AKAN MENGECEWAKAN ANDA SEMUA YANG TELAH MEMILIH SAYA, SEKALI LAGI JANGAN GEGABAH UNTUK MEMILIH SAYA MENJADI WAKIL ANDA” hal itulah yang terlintas dibenak saya ketika saya akan membuat iklan mengenai diri saya.

Dan saya yakin juga tak bermaksud narsis, diantara segudang kekurangan saya, saya masih memiliki hati yang tulus untuk membantu orang yang tertindas, yang selama ini saya saksikan disekeliling saya, di media massa, dipojok2 seluruh kota yang pernah saya datangi, disemua tempat bumi pertiwi ini yang saya tahu. Dengan setulus hati ini saya ingin tahu apakah masih ada caleg yang berhati tulus? Mungkin tanggal 9 april ini saya akan mencontreng namanya.

Namun bila ada yang bertanya apakah ada wanita yang tulus dan bersih hatinya uuntuk mencinta? Saya jamin masih ada!! (Tulisan ini saya dedikasikan untuk seseorang yang dengan tulus hati aku menyayanginya)..

IKLAN GRATIS

Pada dasarnya aku males menulis tentang topik ini, sebab justeru aku jadi ikut2an mengkampanyekan produk tertentu sehingga produk itu jadi lebih dikenal publik. Karena iklan merupakan suatu kegiatan yang dilakukan orang, perusahaan atau sekarang yang lagi rame2nya yaitu partai politik untuk memberikan informasi tentang produk atau pribadi dari yang bersangkutan. Sehinga publik dapat mengetahui keberadaan serta keunggulan hal yang bersangkutan sehingga orang2 tergerak untuk mengkonsumsi produk atau dalam pemilu memilih partai atau caleg tersebut. Banyak yang dilakukan orang atau perusahaan untuk mengiklankan produknya baik dengan mengiklankan di media masa, baliho, milis, dlsb serta orang tak segan2 mengeluarkan biaya yang besar agar produknya dikenal publik.

Namun ada banyak cara cerdas yang dilakukan orang atau perusahaan tertentu sehingga kampanye atau iklan yang dibuat dengan biaya yang relatif kecil, misalnya dengan melakukan hal2 yang dianggap aneh dan unik bahkan kontroversial agar apa yang dilakukannya menjadi perhatian masyarakat serta media masa.

Seperti yang dilakukan seorang motivator Tung Desem Waringin dengan ‘HUJAN UANG’ nya, hal unik ini langsung diliput oleh media masa lokal dan nasional, padahal kalau beliau membayar iklan di semua media masa itu tentu membutuhkan dana yang berpuluh kali lipat dari hujan uang yang beliau lakukan. Bukan itu saja ada banyak kejadian unik, aneh bahkan kontroversial yang dilakukan orang2 agar membuat dirinya atau produknya jadi terkenal. Saya tidak perlu mencontohkan secara lebih detil karena saya berusaha untuk tidak terjebak dalam skenario iklan gratis ini.

Tapi paling tidak ada beberapa kejadian yang sedang up date belakangan ini, misalnya film WANITA BERKALUNG SORBAN yang di sutradarai Hanung Bramantyo. Kontroversi film ini (setidaknya itu menurut orang yang menganggap begitu) menjadikan Hanung sibuk karena diundang stasiun2 TV swasta dan media massa lain untuk membicarakan film yang dibuatnya, hal ini justeru membuat filmnya menjadi begitu dikenal dimasyarakat dan Hanung seharusnya berterimakasih kepada pemuka2 agama yang menentang film tersebut.

Dari dunia perpolitikan yang lagi ngetrend sekarang adalah perseteruan antara SBY dan JK, hal ini berawal dari pernyataan salah satu petinggi partai Demokrat yang membuat merah telinga petinggi partai Golkar karena beliau mengatakan mungkin saja suara partai Golkar 2,5% sehingga Demokrat meninjau kembali duet SBY-JK. Akhirnya media massa pun memanas2i petinggi2 parpol tsb sehingga polemik melebar kepada kemungkinan JK akan mencalonkan menjadi Capres dari Partai Golkar untuk berhadapan dengan SBY. Sementara selama ini JK terkesan tidak percaya diri karena berdasarkan survey suara beliau terendah diantara capres2 yang ada, justeru setelah kejadian ini saya yakin suara JK akan naik dalam jajak pendapat selanjutnya.

Dapatlah terlihat kecenderungan media massa memberitakan hal2 yang unik dan kontroversi dimanfaatkan orang2 yang cerdas dalam mencuri momen sehingga produk atau dirinya dapat dikenal publik. Makanya di Arab ada pepatah “kalau anda ingin terkenal, maka kencingilah sumur zam-zam”. Sebab itu janganlah heran ada begitu banyak tingkah polah seorang caleg mengkampanyekan dirinya sehingga kadang terkesan caleg tersebut memiliki kelainan jiwa.

hot day

Entah kenapa pagi ini matahari bersinar begitu kuat…
Kicau burung menyanyi dengan keras…
Hingga lompatan kakinya bagai tarian salsa yang berirama cepat…
Membuat daun-daun yang telah menguning jatuh meninggalkan rantingnya…

Hari yang kian terik membuatku segan tuk melangkah..
Biarlah kunikmati saja kicauan burung yang begitu girang..
Dan sepoi yang membelai
Menjadi teman menunggu masa…

Kisah Kasih Tak Sampai

Kena demam valentine juga nih, teman2 blogger (depz and dayu) pada buat sayembara love fool story gitu aku jadi latah. Cerita ini adalah kisah nyata namun bila ada kesamaan nama tokoh dan tempat aku mohon maap, dan bila cerita ini agak konyol dan sedikit buang waktu pembaca rasain aja dech, emang gak ada paksaan koq baca tulisan ini apalagi dikutip bayaran.
Konon jaman dahulu, tepatnya waktu harga dolar masih 1800-an rupiah, ongkos angkot masih cepek, dan presidennya mbah akung saya (gak sedarah sih, Cuma gini : jadi mantu mbah itu sepupu anaknya tante dari ponakan kakaknya bapak ibu saya, benar ini serius gak bohong, benar-benar nyata. Buktinya saya pernah main kerumah mantunya di bilangan Pondok Cabe Jakarta Selatan deket kantor BATAN, suerr dech). Singkatnya daripada bingung kejadian ini terjadi pada tahun 1992 tepatnya saya masih esempe (minta tolong ya… jangan ada komentar yang bilang kalo saya dah tuir).
Taulah kalo masa-masa esempe, mungkin semua orang pada tahu saat tersebut merupakan masa krisis identitas dimana hormon2 sebagian besar sedang diproduksi untuk pertamakali, sehingga banyak tindakan2 konyol sebagai pembuktian identitas diri. Tapi entahlah, bagiku saat itulah pertamakalinya aku merasakan yang namanya jatuh cinta sejuta rasanya (maklum aja dulu harga minyak bensin masih 250 perak seliter, harga beras masih seperlimabelas dari harga sekarang, jadi dulu itu sejuta udah gede).
Cinta pertamaxx-ku (meminjam istilah blogger2 maruk… ;) ) jatuh pada seorang gadis bernama Suwaidah, dia adalah wanita keturunan Pakistan (lucunya pas kuliah aku pernah macarin anak keturunan arab). Wah parasnya begitu cakep, sepintas mirip Benazir Bhutto, tingginya sekitar 175 cm, rambutnya bergelombang, hidungnya mancung (kalo saya mancung juga, cuma lututnya), betisnya mbunting padi, alis matanya bak semut beriring, bibirnya bak delima merekah, dulu pikirku dia adalah bidadari yang sengaja diturunkan dari langit untuk menjadi pendamping hidupku.
Namun rasa cintaku yang sangat dalam tak mampu kuungkapkan secara langsung, aku selalu berusaha mencari perhatiannya, kadangkala aku sekedar berjalan melewatinya, kadangkala aku mengutip sampah didepannya hanya untuk melihat lebih dekat bulu-bulu kakinya, lalu suka kege-eran kalo namaku disebutnya. Namun sekian lama rasa itu kutahan aku masih tak sanggup mengungkap begitu dalamnya cintaku padanya. Ada banyak surat-surat cinta yang kutulis untuknya namun berakhir pada tumpukan buku2 pelajaran dikamarku.
Pada jam-jam matapelajaran matematika adalah pelajaran yang paling kutunggu-tunggu, karena aku sudah punya persiapan sebelum topik yang akan dibahas esoknya terlebih dahulu kupelajari hari ini sehingga waktu itu nilai matematikaku selalu tinggi dan aku dikenal sebagai jago matematika. Oleh karena Syuwaidah gadisku pasti hadir pada jam pelajaran matematika, bukan karena dia seorang pelajar seperti aku Syuwaidah adalah guru yang mengajar matematika di SMP tempat aku sekolah dulu, maka aku berusaha untuk merebut perhatiannya, dan memang berhasil. Semua pertanyaan yang dia lontarkan kepada murid-murid selalu aku yang mengacungkan tangan untuk menjawabnya, aku menjawab dengan berdiri dan memandang dalam ke matanya yang bening, sehingga kadangkala dia tersipu lalu aku merasa menang. Dan malamnya akupun tak bisa tidur membayangkan kalau aku begitu ingin dekat dan hidup terus bersamanya.
Bahkan saking ge-ernya aku, waktu itu aku pulang sekolah naik sepeda dengan teman sekelasku Bondan berboncengan, aku berniat lewat didekatnya yang sedang menunggu angkot, kemudian Syuwaidah memandangku, akupun menatapnya matanya seakan berbicara akupun terus mengayuh sepedaku meninggalkan wajahnya yang seakan sayup-sayup memanggilku tak sanggup aku memalingkan tatapanku hingga GUBRAKK….!!!! Aku dan temanku terjatuh menabrak mobil yang sedang parkir dipinggir jalan. Kontan saja aku begitu malunya sampai-sampai Bondan yang terjatuh kutinggalkan pergi… Ternyata Bu Guru ku yang cantik itu memperingatkanku karena aku tak memperhatikan jalan.
Sampai aku tamat SMP aku tak pernah kesampaian mengutarakan bahwa aku mencintainya, mencintai bu guru matematika. Hingga aku SMA aku masih merindukannya dan selalu mencari informasi tentangnya, dan akhirnya penantianku berakhir ketika aku kuliah terdengar kabar Syuwaidahku dilamar orang….

Medan Rusuh!!!

Beberapa hari ini media menayangkan berita tentang tewasnya ketua DPR Sumut Azis Angkat akibat aksi demo anarkis masyarakat yang menuntut pemekaran wilayah Sumut dengan propinsi tapanuli (protap). Menurut visum dokter akibat kematian ketua DPRD itu murni karena serangan jantung. Padahal beberapa saksi melihat ditubuh almarhum ada bekas lembam dan cakaran. Bagiku apapun penyebab kematiannya tak terlepas dari anarkisme massa yang beringas.

Rasanya kita bosan tiap hari mendengar berita tentang manufer2 tokoh politik yang akan haus kuasa, coba saja panitia pembentukan propinsi tapanuli tersebut sudah beberapa kali mengalami reshuffle akibat perbedaan pendapat, sehingga komposisi daerah yang menjadi bagian protap sudah banyak yang mencabut dukungan. Nah diantara mereka saja selama hampir sepuluh tahun tak tuntas menyusun program2nya. Bagaimana pula kalau mereka menjadi pemimpin, apa gak rakyat yang menjadi korban. Belum lagi biaya pemekaran yang cukup besar menyedot APBN.

Rasanya capek dan apatis melihat perkembangan demokrasi negara ini, padahal masa rezim Suharto dulu orang-orang yang dibalik pemekaran wilayah protap itu adalah bagian dari ORBA bahkan pernah menjadi utusan golongan DPRRI masa Suharto, jadi dimana beliau waktu itu? Mengapa ketika bangsa ini sedang tergerus krisis multidimensi malah menambah kesengsaraan rakyat saja, begitu banyak tokoh2 yang kalah pilkada tidak mengaku kalah secara kesatria tapi terus menuntut seolah kekuasaan menjadi takdirnya…

Atau apakah kita harus kembali kepada pemimpin diktator hanya untuk menyingkirkan orang2 yang berambisi kekuasaan??? Hingga kita bisa memikirkan bagaimana agar semua anak mendapat pendidikan, semua orang berhak mendapatkan pelayanan kesehatan, tidak ada lagi perut yang lapar, tidak ada lagi tangis ibu2 pedagang kaki lima yang kiosnya digusur??? Ah… kapan neraka ini berakhir???

Cinta yang Sunyi

Cinta itu ada dikesunyian

Cinta ada ditengah keluasan samudera

Bukan ditepi, dikedangkalan pantai

ditengah kebisingan deburan ombak…

Cinta itu ibarat palung laut yang paling dalam

Makin kedalam makin kuat tekanannya….

Dedikasi utk org yg bosan hidup!!!

Tulisan kubuat setelah membaca blog dari orang yang menghujat hidup alias bosan hidup. Begitu banyak aku jumpai orang dengan masalah yang sama dengan blogger itu (anonim, ntar dia besar kepala lagi!), tapi si Q itu adalah orang yang memiliki reputasi paling jelek kalo aku rating dari orang2 yg aku tahu sangat bosan hidup, termasuk ketika aku pernah merasa demikian, kurasapun kalo disurvey blogger2 disini 98,463% pernah merasakan itu.

Biar para blogger gak protes, aku sampaikan parameternya kenapa si Q itu ratingnya paling jelek. Pertama, dia itu berjenis kelamin laki-laki, kedua, beliau memiliki permasalahan yang paling krusial adalah wanita, ketiga, blogger itu buat puisi yang najis (sori aku melanggar kebebasan berekspresi), keempat seolah-olah dia itu matahari dimana kehidupan berpusat padanya, kelima, dia itu masih muda, keenam, dia berpendidikan, ketujuh, dia punya tempat curhat yaitu blog ini, kedelapan, menurutku wajahnya pasti gak kaya si Grinch, kesepuluh, dia hidup nggak kurang-kurang amat, baik fisik maupun materi, kesebelas, dia pernah belajar di pesantren, keduabelas, dunia tempat dia tinggal tidak seburuk Gaza, Kongo, Ethiopia, ataupun Kutub Utara, ketiga belas, dia tidak memiliki kelainan jiwa seperti mantan cewek gue, keempatbelas, dia punya talenta menulis, kelimabelas, dia lebih tau bahasa Jepang daripada aku, keenambelas, tulisannya di blog ini lebih banyak daripada tulisanku, ketujuhbelas, yang ngomentari blognya lebih banyak daripada yg ngomentari blog aku, kedelapanbelas, kurasa perutnya tak sebuncit perut aku sekarang, kesembilanbelas, dia punya pekerjaan padahal aku gak, keduapuluh, kedua orangtua yang menyayanginya masih hidup, keduapuluhsatu, masih ada banyak lagi kalo aku sabar menulisnya di blog ini. Ironisnya kalo besok aku jumpa lagi sama orang yang sedang bosan hidup maka aku yakin kalau si Q tetap memegang urutan kunci diantara perbendaharaan orang 2 yg bosan hidup.

Gini dech saran aku sama orang2 yang udah melihat dunia ini tak lagi bersahabat :
1. Biar waktu yang nyelesain. Ntar juga perasaannya beda
2. Berdamailah dengan masalalu
3. Berbohong?? Capek dech…. Jujur loe!! Walaupun pahit men….
4. Lihat kebawah kejedut, liat keatas masuk lobang, liat depan tanpa liat kiri kanan ketabarak. Makanya liat depan aja sambil lirak lirik kamsudnya
5. Dengarkan nyanyian burung yang menghiburmu dikala sendiri
6. Sapalah tanaman yang terus memandangimu
7. Kalo bosan sama pasanganmu apalagi cewe/cowo yang belum tentu mau sama kamu cari yang lain, minimal untuk pelampiasan saja.
8. Jangan serius-serius amatlah… Tuhan aja gak serius mencipta makanya banyak orang yang terlahir serba kekurangan (cacat)
9. Tersenyumlah, karena senyum itu bisa melupakan semua masalah dalam waktu yang singkat
10. Jangan menangis kalau kamu laki-laki, condongkan dadamu!
11. Menangislah kalau kamu perempuan, dadanya tutupi aja… (jijik ah…)
12. Jangan pusing sama masalah sepele, dan ingatlah semua permasalahan didunia ini adalah kumpulan dari hal-hal yang sepele
13. Patahkan ranting, tendang batu yang menghalang, taklukkan dunia.. (masih di bumi koq!)

Itulah dulu ya………

Sohib lamaku.. (Part I)

Tadi siang hapeku berdering.. ternyata yg nelpon adalah teman lama ku waktu kuliah dulu namanya Rudi Tampubolon, aku memanggilnya TAGIL, alias Tampubolon Gila. Banyak pemikiran dan tingkah lakunya yg nyentrik dan dia adalah seorang kutu buku filsafat2 yang suka membenturkan idenya denganku. Siang tadi dia sedang di perhentian bus ALS Arengka Pekanbaru, baru saja tiba dari Medan dan hendak berangkat ke Kerinci. Tak terasa sudah enam tahun berlalu sejak perjumpaan terakhir.

Setelah memacu motorku diantara padatnya jalanan dan angkuhnya si raja siang akhirnya akupun dpt melihat sosoknya yang khas gembel seperti aku dulu, tapi badanya lebih bergizi daripadaeorang anak kost yang lebih memusingkan habis duit untuk beli rokok dari pada beli nasi. Dia bercerita tentang pengalamannya yang sudah gonta-ganti pekerjaan, saat ini diapun sedang senang gara-gara lulus tes CPNS kemaren. Tapi bukan itu yang penting.

Perkawanan kami diawali dengan kehidupan kampus masa reformasi tahun 1998 dulu. Dikampus kami membentuk kelompok studi ‘DIALEKTIKA’. Kelompok ini menularkan pikiran-pikiran kritis, teologi pembebasan hingga anti teologi itu sendiri. Bayangkanlah kalau Tuhan itu sudah berani kami pertanyakan keberadaannya, macam manapula rezim ORBA, Rezim kampus? Bah.. Tuhan aja kami gak takut apalagi yang lain-lain, walaupun ada seorang teman kami berdiskusi sampai mimpi buruk sehingga ketika terbangun dia langsung berdo’a dan meminta ampun kepada Tuhan.

Tapi bukan itu intinya, perkawananku dengan si Tagil penuh tidak selalu mulus. Aku ingat ada empat kali kami berkelahi :

Next Page »